Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perpus, Ruang Favorit Kala Puasa

grafis.aw

Kehadiran mahasiswa di Perpustakaan Unugiri –utamanya kuliah kala puasa, menjadikan saya dan teman-teman pustakawan senang. Di tengah gempuran digitalisasi informasi, keberadaan perpustakaan masih terus dinyalakan obornya.

Ia tetap ada, hadir, meski mereka –para mahasiswa, ada yang jarang masuk ke dalamnya. 

Perpustakaan Unugiri sendiri, dalam amatan saya berkonsep lesehan ala pesantren. Yaitu, hampir semua ruang ada karpetnya. Otomatis, yang masuk ke dalam kudu mencopot sepatu.

Melalui konsep tersebut, dalam konteks puasa terlihat signifikannya. Salah satunya adalah, kala membaca koleksi buku, atau nugas, hingga sekadar rekreasi –berupa ngobrol bersama, menjadikan mereka betah

Para mahasiswa bisa saling selonjoran atau meluruskan kaki agar bisa tahan lama, alis tidak keram hingga gringgingen meminjam terminologi Jawa.

Nyalakan 

Sebagai upaya untuk menyalakan semangat mahasiswa ke perpustakaan, ada beberapa hal menurut amatan saya telah dilakukan Perpustakaan Unugiri:

Pertama, kehadiran perpustakaan –dalam hal ini Unugiri, mencoba untuk melengkapi koleksi buku babon masing-masing prodi. Yang utama adalah versi cetak. 

Tujuannya, agar dari versi cetak buku babon tersebut, mahasiswa bisa merembet menambah rujukan cetak lainnya kala membuat makalah, skripsi, tesis. Strategi ini agar buku cetak yang ada laku untuk dijadikan rujukan. Bukan hanya berbasis online

Kita sangat mafhum, kala mahasiswa terampil mencari literatur online, kepraktisan dalam copy-paste akan menjadi pemandangan yang tidak bisa dinafikan. 

Alhasil, upaya untuk memformulasi ulang (paraphrase) baik kata maupun makna dari pengertian sebuah bacaan, tidak akan pernah dipelajari. 

Kedua, kerjasama pendidik dalam hal ini dosen –bila itu di jenjang PT; dan guru pada jenjang sekolah-madrasah, untuk menganjurkan para mahasiswa-siswa mengutip dari buku cetak yang dimiliki oleh perpustakaan.

Sebagai contoh, pada mata kuliah yang saya ampu –Pengembangan Kurikulum PAI, pada rencana pembelajaran semester (RPS), saya cantumkan buku utama dan pendukung dari perpustakaan. 

Tujuannya, agar mereka tahu, kemudian menggunakan kartu keanggotaan perpustakaan untuk meminjam buku.

Setelah digunakan untuk meminjam buku, selanjutnya bisa digunakan untuk melakukan sitasi. 

Terhadap perilaku ini, saya masih ingat dulu kala kuliah S1, buku cetak sangat laku keras. Yang saya ingat adalah, dosen menunjukkan bila buku rujukan babon –primer, ada di perpustakaan dan wajib dikutip. 

Ketiga, intensitas kegiatan selain sirkulasi –pinjam-kembali, telah diadakan. Sebagai misal, Perpustakaan Unugiri mencoba rutin membuat kegiatan bertajuk bedah buku, temu penulis, adalah ikhtiar agar perpustakaan bisa dijadikan sarana rekreasi.

Semoga, dari rekreasi budaya di Perpustakaan Unugiri, literasi menjadi bersemi. Amin.


12 Ramadan 1447 H/02 Maret 2026 M

: Usman Roin
: Usman Roin (Dosen PAI Unugiri)

1 komentar untuk "Perpus, Ruang Favorit Kala Puasa"

  1. Aamin...
    Ini sungguh ide bagus, Pak Dosen.
    Saya juga merasa nyaman ketika masuk ke dalam perpustakaan Unugiri, beberapa waktu yang lalu.

    Sukses buat Pak Dosen, Perpustakaan dan Unugiri

    BalasHapus