Niat saja Belum Cukup
![]() |
| grafis.aw |
Bicara niat, ia adalah pondasi dalam amal. Semisal, saya tidak ingin tidur setelah makan sahur. Tentu, keinginan itu akan terwujud bila kita mengingat tujuan awal, bahwa “saya tidak ingin tidur setelah makan sahur”.
Selain mengingat bila kita sudah punya niat –untuk tidak tidur setelah sahur, berikutnya adalah mengawal. Dalam proses mengawal ini kita bisa melakukan berbagai macam aktivitas.
Sebagai misal, saya yang senang menulis, tentu pasca makan sahur akan membuka laptop kemudian menulis. Atau melalui aplikasi “notes” di gadget, aktivitas nulis bisa dilaksanakan.
Bisa pula juga dengan menulis via mencoret di buku secara manual hingga yang langsung diaplikasi “wattpad” dan sebagainya.
Bagi pembaca, juga bisa mengawal waktu selesai makan sahur tidak kudu dengan menulis sebagaimana saya lakukan. Bisa saja membaca buku. Kemudian bersiap-siap pergi ke masjid-musala, semua demi maksud mengawal agar niat "tidak tidur" selesai makan sahur terwujud.
Beres-beres Dapur
Hal yang lain, bisa dengan terlebih dahulu beres-beres dapur atau orang Jawa menyebutnya pawon. Karena bisa jadi, piring dan perabotan yang digunakan memasak banyak yang kotor. Sehingga, waktu yang tersedia –sebelum salat subuh, menjadi ada nilai guna.
Selain itu, juga bisa diarahkan kepada penyimpanan lauk-pauk yang masih bisa dimakan kala berbuka.
Alhasil selesai sahur, makanan tidak pada posisi terbuka yang itu mengundang keinginan “makan” kala kita sedang menjalankan ibadah puasa yang pertama ini.
Kemudian bila jeda waktu –sebelum subuh, selain perlu dikawal, berikutnya adalah meneruskan atau melanjutkan pada kegiatan berikutnya.
Makna yang dimaksud adalah, tetap berlanjut pada aktivitas bermakna lainnya, mulai dari subuh berjamaah, membaca Al-Qur’an, olahraga, mandi, hingga kemudian beraktivitas sebagaimana profesi kita masing-masing.
Upaya meneruskan ini lebih kepada tidak menghentikan antara kegiatan bermakna satu dengan kegiatan bermakna berikutnya. Sehingga antar satu dengan lain, aktivitasnya paralel atau saling gayung sambut memberi makna lebih terhadap pelaksanaan puasa yang sedang kita jalankan.
Semoga, melalui tulisan kecil ini niat kecil kita untuk mengisi ibadah lebih bermakna tidak tumbang. Oleh sebab, tidak dikawal dan dilanjutkan pada aktivitas bermakna lainnya yang itu sangat bisa dilakukan.
1 Ramadan 1447 H/19 Februari 2026 M.

Posting Komentar untuk "Niat saja Belum Cukup"