Lakoh Spiritual ala Dokter
Inilah pengalaman spiritual --dalam bahasa lain abstrak atau batin, kala menjalanu puasa ke-6, semangat membaca surah al-Fatihah 480 kali. Hal itu, saya tujukan kepada Pae yang tengah menjalani operasi bedah pengambilan benjolan di belakang ketiak tangan sebelah kiri.
Bacaan al-Fatihah sebanyak itu nyatanya tidak terasa. Niat saya hanya ingin selama proses operasi Pae, lancar segalanya, sehingga lakon ini saya kerjakan. Hal itu bermula kala Selasa (24/02/26), pukul 08.00 Wib, sebelum dioperasi Pae divisit oleh dokter untuk dilakukan pengontrola . Mulai dari tensi, lalu denyut nadi.
Hasil tensi Pae yang masing tinggi --152, disampaikan dokter kepada saya. Ternyata, Pae memiliki riwayat darah tinggi. Dokter kala memberi penguatan sebelum operasi, menyampaikan bila ikhtiar lahir plus batin dua-duanya perlu.
Sebagai ikhtiar batin, salah satu anjuran dokter adalah meminta saya, Pae, dan keluarga, agar banyak berdoa guna kelancaran operasi.
Dari sini, bagi saya apa yang dikatakan dokter benar. Usaha lahir adalah dengan operasi bedah pengambilan benjolan; sedangkan ikhtiar batinnya saya diminta banyak membaca surah al-Fatihah sebanyak-banyaknya.
Ndermimil
Pasca visit dokter, 15 menit kemudian Pae didatangi nakes untuk dibawa ke ruang operasi Lt. 3, di mana saya diminta ikut mengantar. Utamanya, adalah perihal ganti baju operasi.
Setelah selesai ganti baju, saya kemudian diminta petugas untuk kembali ke ruangan. Sebab, yang akan membawa kembali adalah nakes.
Saya yang kemudian kembali ke Ruang "D...", ingat apa yang disampaikan oleh dokter bila keluarga diminta memperbanyak bacaan al-Fatihah. Pasca itulah, saya kemudian baca secara ndermimil sambil mulut tertutup masker, dengan lokasi di depan ruang inap yang ada tempat duduk pasien.
Guna tahu berapa kali hasil hitung, saya kemudian menggunakan jari-jari tangan di mana ketika genap mendapat 10, saya catat di notes 10, 10.. dan seterusnya. Dan itu saya lakukan hingga Pae, diantar nakes di ruang inap.
Setelah memastikan Pae di ruangannya, saya coba hitung berapa kali jumlahnya. Tidak terkira, saya sudah ndermimil surah al-Fatihah sebanyak 480 kali selama menunggu Pae operasi.
Lakon ini sekali lagi saya serap dari kalam dokter. Saya jadi mikir, sekelas dokter saja yang secara medis tahu bagaimana menjaga sehat, mengobati diri dari luka, masih menyarankan untuk menempuh laku batin.
Padahal, dalam bahasa agak nakal saya, dokterkan secara lahir bisa "memformulasikan" kesehatannya sendiri! Tetapi "anehnya" masih pula ngatutke laku pasrah batin untuk ditempuh.
Ini artinya, dunia medis tidak bisa secara "totalitas" menjamin sehat-waras manusia yang lagi golek tombo di Rumah Sakit. Ia tetap menyandarkan kepada yang hakiki, yang juga memberi sakit dan sembuh kepada si dokter sendiri, secara batin atau yang familiar dengan spiritual.
6 Ramadan 1447 H/24 Februari 2026 M
Posting Komentar untuk "Lakoh Spiritual ala Dokter"