Awas! Ada Virus Usron
![]() |
| grafis.aw |
Ada istilah baru virus 'Usron' yang disematkan kepada saya, oleh penulis rubrik lembar budaya Jawa Pos Radar Bojonegoro, Slamet Widodo.
Sedikit bocoran, beliau adalah Guru Matematika di MTs Negeri 3 Bojonegoro yang 'tersesat' –seperti saya, yang doyan menulis. Entah ilham apa yang membuat beliau memunculkan akronim tersebut.
Jika kembali kepada makna 'virus', sedikit saya cuplikkan di KBBI berarti pengaruh yang buruk, jahat, atau merusak. Adapun 'Usron' kepanjangan dari nama saya Usman Roin.
Artinya, bila saya gabungkan, saya telah menjadi pribadi yang mempengaruhi –Pak Slamet Widodo dalam hal ini, untuk meninggalkan kenyamanan unproduktif, jadi produktif menulis. Sarananya, adalah melalui blog yang sudah kita miliki.
Beberapa kali memang saya kompori beliau –dan siapa saja yang bisa saya kompori, bila punya blog, mbok ditengok. Jangan dianggurke. Meskipun 'kelihatannya' tidak penting, tetapi ia menjadi ruang untuk melakukan saving ide orisinalitas kita yang menjadi tulisan.
Terkadang kita mungkin merasa 'tak percaya diri' untuk share link blog kita yang akhirannya masih beralamatkan 'blogspot.com'. Tetapi –jelas saya kepada Pak Slamet Widodo dan anda yang membaca tulisan ini, alamat 'URL' blog kita bisa dicustom secara unik.
Alhasil, sebagaimana alamat blog saya ini 'usmanroin.com' yang sudah tercustom, menjadikan percaya diri tambah kala kita share tulisan produk kita sendiri.
Sebar Virus 'Usron'
Izinkan saya bercerita. Dulu kala saya masih menjadi guru Ekskul Jurnalistik di SMP Islam Terpadu PAPB Kota Semarang, apa yang dikatakan Pak Slamet Widodo perihal virus 'Usron', alhamdulillah telah menyebar. Meski, nama resminya baru ‘dikukuhkan’ kini.
Dulu sekolah tersebut minim banget yang demen dengan menulis. Maka untuk mengajak mereka, saya tidak kemudian bilang 'ayo menulis..!'.
Melainkan, memberi teladan terlebih dahulu menulis –artikel-opini, hingga kemudian tayang di Koran Jawa Pos Radar Semarang, Sindo Jateng, Wawasan, Barometer, Tribun Jateng, dan Suara Merdeka.
Setelah teladan menulis terbukti, perlahan-lahan saya mendekati Pak Mulyono yang mengajar Mapel Fisika, kemudian Ibu Riya Pramesti yang mengajar Mapel Bahasa Jawa. Dua guru ini, saya yakinkan untuk menulis dahulu tema-tema aktual hingga selesai.
Setelah itu, saya dampingi untuk mengirimkan ke Jawa Pos Radar Semarang, Sindo Jateng, Tribun Jateng serta Koran Wawasan dan alhamdulillah tayang. Bahkan disalah satu koran –Tribun Jateng, saya, Pak Mulyono, dan Bu Riya dapat honor yang ditransfer ke rekening pribadi.
Setelah saya tanya, Pak Mulyono, Bu Riya Pramesti, senang bukan kepayang. Selain dapat honor, tulisannya bisa diterima dengan menyisihkan para penulis ternama di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Itulah kebahagian psikologis yang tidak terukur nilainya.
Jadi Buku
Penyebaran virus 'Usron' belum berhenti sampai di situ saja. Agar karya tulis yang telah nongol di media menjadi tambah nilainya, kami sepakat untuk dibukukan berjudul 'Menjadi Guru: Sehimpun Catatan Guru Menulis' yang lengkap dengan ISBN-nya.
![]() |
| Buku Antologi saya dengan Pak Mulyono dan Bu Riya Pramesti |
Buku setebal 70 halaman yang terbit 2019 tersebut, adalah bagian dari oleh-oleh virus 'Usron' yang 'mungkin' saya tularkan kepada mereka. Sebab, di buku tersebut termuat 5 tulisan saya, 5 tulisan Pak Mulyono, dan 5 tulisan Bu Riya Pramesti.
Akhirnya, terima kasih atas akronim 'Usron' Pak Slamet Widodo. Virusnya positif kok, bukan negatif. Jadi, masih aman sekali untuk masa depan literasi generasi emas 2045. Amin.


Aamiin ya Allah...
BalasHapusTerima kasih banyak sudah menerima "hadiah" dari saya berupa "virus" Usron, Pak Dosen Keren