Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukber Penerbit Pena Abadi

grafis.aw

Layaknya mengikuti trend positif, Ahad (8/3/26), saya selaku direktur, istri dibagian administrasi, lalu Widodo Ramadhani selaku marketing specialist, kemudian Ahmad Wahid bagian desain sampul, lalu M. Ainun Najib sang editor Penerbit Pena Abadi (yang izin), kami gelar buka bersama (Bukber) di Rusunawa Lt. 4.

Tujuan diadakan bukber ini, adalah sebagai wujud syukur keberadaan penerbit. Terlebih, order dua bulan –Januari, Februari 2026; telah hadir. Ada yang sudah selesai, kemudian ada yang tengah proses perampungan. Momentum kecil melalui tangan kreatif –masakan istri, bisa kami nikmati hingga tak tersisa.

Perihal penerbitan, ini memang gagasan lama yang kini baru terwujud. Pertama, kecintaan saya pada menulis “mungkin” menjadi faktor mengapa kini penerbit tersebut hadir, di bawah legalitas CV. Pena Abadi Kreasindo milik sendiri. 

Kala –Desember 2025, saya pernah sampaikan kepada Widodo, bila penerbit ini didirikan sebagai amal untuk menggiatkan dunia literasi, khususnya di Kota Ledre. 

Terlebih, di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri, saya diberi satu mata kuliah Jurnalistik, yang pada point-nya secara bahasa berarti catatan harian. Atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, hingga perihal surat kabar.

Jika kemudian dari bahasa telah diketahui maknanya, secara istilah mata kuliah Jurnalistik mempelajari bagaimana kerja –mencari, menyusun, dan menerbitkan; dari sebuah peristiwa melalui media massa (atau website resmi lembaga pendidikan), sehingga informasinya cepat tersampaikan dengan mudah kepada publik. 

Seiring penerapan kurikulum dengan pendekatan outcome-base education (OBE) di mana intinya terdapat luaran atau output hasil pembelajaran, hadirnya penerbit –Pena Abadi, ini sebagai alat (tools) untuk mewujudkan luaran tersebut secara mudah.

Kedua, sebagai ladang belajar memanajemen sebuah penerbitan. Saya, dalam hal penerbitan kala di Kota Semarang, pernah menangani penerbitan sebuah yayasan tempat dahulu saya bekerja. 

Ketika –2022, saya hijrah ke Bojonegoro sebab diterima menjadi pendidik di Unugiri, keilmuan tersebut saya coba terus pelajari dan amaliahkan.

Alhasil, kala di Bojonegoro bersama Widodo, kala itu diminta salah satu media alternatif berbasis online untuk melebarkan sayap penerbitan. 

Alhamdulillah, dengan modal nekat pengalaman melahirkan penerbit, lalu melakukan event bedah buku kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro, sukses terselenggara.

Kini dari pengalaman menangani lika-liku penerbitan, baik kala di Kota Semarang maupun di Kabupaten Bojonegoro, terbersit kuat bagaimana bila mendirikan sendiri. Dan yang ngencengi waktu itu, adalah saudara Widodo. 

Ketiga, sebagai sangu pensiun. Sebenarnya bila ini adalah alasan futuristic atau niat mengharap kepada Allah Swt “masa depan” kala pensiun menjadi dosen, terdapat aktivitas kreatif yang tetap bisa dilakukan utamanya di bidang literasi. 

Kepada Widodo, kala ngopi di belakang Kantor PCNU Bojonegoro saya sampaikan, bila hadirnya penerbit ini jauh-jauh hari sebagai persiapan kala purna menjadi dosen. 

Saya sempat berlogika kepadanya, jika besuk –kala mendekati pensiun, saya baru membuat penerbit, tentu akan “telat” dari sisi pengalaman dan jaringan. Sebab, time-ngnya mepet, kemudian sosialisasinya terlalu dekat dengan masa pensiun.

Kini, ketika waktu masih banyak, kehadiran penerbit bisa digunakan untuk mengkayakan pengalaman, lalu memperkuat iklim literasi di Kabupaten Bojonegoro tercinta. Amin.


19 Ramadan 1447 H/09 Maret 2026 M

: Usman Roin
: Usman Roin (Dosen PAI Unugiri)

Posting Komentar untuk "Bukber Penerbit Pena Abadi"