Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bermental Tumbuh

grafis.aw

Jujur, saya menjadi termotivasi dengan bukunya Carol S. Dweck, berjudul “Mindset: Mengubah Pola Berpikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda” yang saya beli dari transport kala mengisi materi mahasiswa.

Saya masih ingat, proses membeli buku ini Sabtu (7/3/26), kala mengisi materi di BEM Unugiri perihal menulis dan mempublikasikan karya ilmiah popular di media massa. Acaranya, berlangsung siang hari, tepatnya setelah zuhur.

Setelah selesai, saya mampir ke Perpustakaan Unugiri untuk mengistirahatkan diri terlebih dahulu. Setelah zuhur, saya kemudian mencoba rebahan di karpet, untuk menunggu waktu sore di mana saya diminta sambutan UKM Al-Banjari Sauqul Musthofa yang ada kegiatan.

Setelah selesai memberi sambutan, saya kemudian pamit kepada mahasiswa UKM. Intinya, tidak bisa menemani kegiatan sampai selesai. Sebab, setelah itu, mereka akan ada bagi-bagi takjil kepada yang membutuhkan.

Kala sambutan saya informasikan, bila saya akan ke Gramedia Bojonegoro, guna membeli koleksi buku baru untuk dibaca. 

Secara verbal, informasi ini saya sampaikan agar mahasiswa juga berupaya membeli buku. Caranya dengan mengalihkan uang jajan –sebagai misal kebutuhan rokok, untuk buku baru.

Perihal Isi

Dweck, begitu sang penulis memendekkan namanya, menunjukkan bila salah satu karakter mindsite tumbuh (2025:30), adalah ia yang senantiasa mengembangkan diri. 

Dari pemilihan diksi –mengembangkan, pembaca sudah menebak bila ciri orang berkembang adalah senantiasa berproses. Ia aktif. Ia terus menggali, berlatih, mencoba. 

Ketika kemudian belum berhasil, itu belum akhir. Melainkan diminta untuk berusaha lebih keras lagi hingga berhasil. 

Alhasil –di halaman 33, Dweck mengatakan “kecerdasan tidak terkait dengan kesempurnaan seketika. Ia lebih berkaitan dengan mempelajari sesuatu sejalan dengan waktu: yakni, menghadapi tantangan dan menciptakan kemajuan”.

Berkarya

Menyimpulkan apa yang disampaikan hasil penelitian Dweck, bila proses belajar menulis yang saya lakoni ini, hakikatnya sebagai proses berlatih. Untuk bisa menulis, tentu latihannya tidak sekali. Melainkan berkali-kali alias diilipatgandakan.

Kemudian niatan untuk satu hari satu tulisan (one day one article), adalah sebagai proses melipatkangandakan keterampilan, agar setiap hari tidak berhenti menulis. 

Karenanya, meski terdapat tantangan –lapar sebab puasa, dicemooh tulisan macam apa ini! Hal itu tidak kemudian menjadikan berhenti. Melainkan, bagaimana agar dalam sehari satu tulisan tetap rampung.

Jika kemudian bisa, artinya “kita menciptakan kemajuan” diri yang secara fisik lemah, oleh banyak agenda kegiatan yang diistilahkan dengan sibuk. 

Ditambah komentar verbal negative yang melumpuhkan mentalitas, lalu kita terus mengasalah diri dengan keras. Inilah yang dimaksud lompatan pengembangan diri tercapai, berupa lahirnya new article yang siap dipublis dan dishare.

Paparan di atas, itulah yang dimaksud oleh Dweck, dengan mindsite tumbuh (changeable ability), dari  lawannya mindsite  tetap (fixed ability). 

Sebab, mindsite tetap, memandang kita tidak perlu berusaha karena kita sudah cerdas dan berbakat. Sementara mindsite tumbuh, usaha adalah cara untuk membuat kita menjadi cerdas dan berbakat.

Mari bermental tumbuh, sebab cerdas dan bakat bukan akhir untuk melahirkan karya. Ada “kerja keras” sebagai kunci untuk mewujudkannya.


22 Ramadan 1447 H/12 Maret 2026 M

: Usman Roin
: Usman Roin (Dosen PAI Unugiri)

Posting Komentar untuk "Bermental Tumbuh"