Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Makin Asyik dengan Blog

grafis.aw

Personal blog yang memiliki alamat usmanroin.com, dalam beberapa hari ini sangat membantu saya. Utamanya, adalah penyaluran materi kuliah yang saya ampu. 

Yang sudah saya lakukan adalah di kelas 5C, 5D, 7D, dan 7E; kemudian akan disusul 7A, 7B dan 7C.

Kepada mahasiswa saya sampaikan, bila kehadiran blog pembelajaran ini secara individu, menjadikan saya –sebagai dosen, belajar terlebih dahulu sebelum esok hari materi disampaikan kepada mereka. 

Bentuk belajar yang saya lakukan adalah, menyiapkan materi melalui ppt, kemudian saya convert menjadi format pdf, selanjutnya saya publish di blog. 

Link blog, saya kirimkan group kelas untuk kemudian di klik bersama.

Kepada mahasiswa saya sampaikan pula, bila menggunakan gadget sebagai media pembelajaran perlu intensif dilakukan. 

Coba kita lihat potret sekeliling gadget jamak dilakukan untuk permainan, pasif –atau dihabiskan untuk menonton, sehingga berujung hal unproduktif.

Jika sudah mengarah kepada hal hedonis –sebagaimana hal di atas, ada kehawatiran yang dimau enaknya saja. Malas-malasan. 

Bila perilaku sebagaimana saya sebut dilihat oleh anak, saudara kita, mereka akan meniru. Itulah siklus transfer budaya yang perlu dipahami.

Alasan lain yang saya jelaskan kepada mahasiswa, penggunaan blog untuk pembelajaran adalah sebagai langkah antisipatif dan efisiensi waktu. 

Langkah antisipatif yang saya maksud, manakala terjadi trouble entah dari laptop, kabel HDMI yang untuk proyektor; hingga proyektornya sendiri yang sudah tidak waras warnanya, materi melalui blog beri solusi.

Kemudian dari sisi efisiensi waktu, trouble sebagaimana yang saya sebutkan tentu akan memakan waktu pembelajaran. 

Apalagi, waktu penyampaian materi yang terbatas –sebagai misal 80 menit, tentu jenis trouble tersebut akan menjadikan materi tidak terserap keseluruhan.

Justru melalui blog, pembelajaran yang kini mudah diakses via gadget, waktu akan optimal. Lalu, materi yang disiapkan dosen bisa diakses merata, dalam arti, tidak hanya didominasi yang duduk di depan saja.

Selain bisa diakses merata kala pembelajaran di kelas, materi juga bisa dipelajari kembali di mana saja. Artinya, ketika keluar dari kelas, materi masih bisa di dalami dengan cukup klik link

Berbeda dengan pembelajaran yang konvensional, ruang materi hanya berada di kelas.

 So, kala sudah di luar kelas, jika tidak mencatat tentu tak akan bisa menelaah kembali apa yang disampaikan guru, ustaz, atau dosen.

Narasumber

Selain mendukung pembelajaran di ruang perkuliahan, blog alhamdulillah juga membantu dalam penyampaian materi kala diminta menjadi narasumber sebuah kegiatan pelatihan.

Yang pertama, kala mengisi pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik untuk siswa Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bersama Persatuan Pelajar Madrasah (PPM) MA Attanwir Talun, tempat dahulu saya menimba ilmu.

Sebagaimana permohonan narasumber yang saya terima, bila peserta diklat lebih dari 60 siswa. Kala saya melakukan upgrade materi malam hari, tebersit bila proyektor hanya satu di depan, lalu bagaimana peserta yang di belakang?

PEMATERI-perlihatkan materi melalui blog yang di akses via gadget. foto attanwir.or.id

Berbekal pertanyaan kecil inilah, saya kemudian memberanikan diri untuk sedikit usul kepada Pembina KIR, agar pelajar yang ikut diklat bisa membawa gadget. Alhamdulillah direspon dengan baik.

Setelah mendapatkan respon, saya kemudian meng-insert-kan materi yang sudah saya buat dari Canva, saya simpan dalam format pdf

Kemudian di blognya, saya kasih tema khusus berjudul 'narasumber', yang menampilkan tiga link akses untuk materi, surat, dan flyer.

Ketika diklat berlangsung, peserta ternyata ada 114 siswa yang berada di ruang auditorium. 

Jika kemudian dengan antusias peserta yang begitu banyak, hanya ada satu layer proyektor di depan, tentu yang tengah, hingga yang duduk di belakang, tidak akan jelas melihat materi yang disajikan. 

Melalui materi yang telah saya persiapkan di blog, semua bisa melihat tanpa ada yang terkendala. Kemudian, materi juga bisa dijadikan panduan kapan saja diperlukan, tanpa takut memenuhi ruang penyimpanan gadget.

Rayon PMII

Kedua, konsep serupa juga saya terapkan kala memberi pelatihan makalah, kepada sahabat-sahabati PMII Rayon Raden Paku (PR2P-red) UNU Sunan Giri. 

Peserta yang lebih dari 60 mahasiswa baru (Maba), menjadikan mereka lebih mudah melihat dengan jelas materi yang saya sampaikan.

Alhasil, saya juga tidak perlu berkonsentrasi di depan melulu. Sementara yang di tengah, dan belakang, tidak tersentuh. 

Justru karena materi sudah saya masukkan di blog, saya bisa leluasa menyapa peserta sebagai bagian dari interaksi humanis di depan, tengah, dan belakang. 

Akhirnya, melalui blog, belajar menjadi asyik. Fungsi yang lain, bisa digunakan pula untuk menyukseskan kegiatan pelatihan kala jadi narasumber. 

Jika demikian, penggunaan gadget sebagai media pembelajaran perlu dioptimalkan pendidik, narasumber, agar transfer materi jadi sukses.

: Usman Roin
: Usman Roin (Dosen PAI Unugiri)

Posting Komentar untuk "Belajar Makin Asyik dengan Blog"